KOTA GORONTALO, Telitinews.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Gorontalo menegaskan arah kepengurusan barunya melalui pelantikan dengan tema “Mengokohkan Kepemimpinan Pergerakan, Merawat Tradisi, Mewujudkan Transformasi Organisasi yang Progresif.”
Tema tersebut menjadi penegasan komitmen PMII Kota Gorontalo untuk memperkuat kepemimpinan kader, menjaga tradisi organisasi, sekaligus mendorong transformasi yang relevan dengan perkembangan persoalan sosial di Gorontalo.
Ketua Cabang PMII Kota Gorontalo, Fauzan Mokoagow, mengatakan kepemimpinan dalam organisasi pergerakan tidak boleh dimaknai sebatas pergantian struktur dan seremoni pelantikan.
Menurutnya, kepemimpinan harus mampu melahirkan keberanian untuk membaca persoalan, mengkritisi kebijakan, serta hadir bersama masyarakat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Kepemimpinan pergerakan tidak boleh berhenti pada pergantian struktur dan seremoni pelantikan. Kepemimpinan harus melahirkan keberanian untuk membaca persoalan, mengkritisi kebijakan, serta hadir bersama masyarakat dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegas Fauzan.
Ia menjelaskan, merawat tradisi organisasi tidak berarti terjebak dalam romantisme masa lalu. Tradisi, kata Fauzan, harus menjadi fondasi untuk membangun keberanian berpikir, bersikap, dan melakukan perubahan.
Sementara transformasi organisasi perlu diwujudkan melalui kaderisasi yang kuat, gerakan berbasis kajian, serta keberpihakan yang nyata terhadap persoalan masyarakat.
Fauzan juga mendorong PMII Kota Gorontalo untuk tidak terjebak dalam rutinitas internal organisasi, tetapi mampu merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
“Organisasi yang progresif adalah organisasi yang mampu mengubah gagasan menjadi gerakan dan gerakan menjadi perubahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelantikan kepengurusan baru bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Pelantikan ini bukan akhir dari sebuah proses, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kita ingin PMII hadir bukan hanya sebagai organisasi mahasiswa, tetapi sebagai kekuatan intelektual dan gerakan sosial yang mampu memberi arah bagi perubahan di Gorontalo,” tegasnya.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi PMII Kota Gorontalo untuk memperkuat kaderisasi dan peran organisasi sebagai kekuatan intelektual serta gerakan sosial yang berkontribusi terhadap berbagai dinamika dan persoalan masyarakat di Gorontalo. (JO)














