Mahasiswa KKD Tematik 30 UMGO, Olah Jagung Lokal Jadi Nugget di Panca Karsa II

Mahasiswa KKD Tematik 30 mengolah jagung lokal menjadi nugget di Desa Panca Karsa II
Mahasiswa KKD Tematik 30, UMGO mengolah jagung lokal menjadi nugget di Desa Panca Karsa II, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato. Kamis, 13 Agustus 2026, Aula Kantor Desa Panca Karsa II

POHUWATO, Telitinews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Tematik 30, Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menghadirkan inovasi olahan jagung lokal menjadi nugget di Desa Panca Karsa II, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato.

Inovasi tersebut dilakukan sebagai upaya memperkenalkan alternatif pengolahan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat setempat.

Desa Panca Karsa II memiliki potensi pertanian jagung yang cukup melimpah. Selama ini, hasil panen masyarakat umumnya dikonsumsi dalam bentuk olahan sederhana, seperti direbus dan dibakar, maupun dijual sebagai komoditas mentah.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKD Tematik 30 berinisiatif memperkenalkan pengolahan jagung menjadi produk yang lebih beragam dan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha masyarakat.

Jagung hasil panen warga diolah menjadi nugget yang dapat dikonsumsi sebagai lauk maupun camilan keluarga.

Baca Juga: Dari Kulit Kakao Jadi Teh Herbal, Inovasi Mahasiswa KKD 30 UMGO di Pohuwato

Dalam rilis tertulis yang diterima Redaksi Telitinews.com, perwakilan Tim KKD Tematik 30 Desa Panca Karsa II mengatakan, inovasi tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan bentuk olahan baru, tetapi juga mendorong masyarakat melihat potensi ekonomi dari hasil pertanian lokal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa jagung lokal tidak hanya dapat dikonsumsi dengan cara biasa, tetapi juga bisa diolah menjadi produk yang lebih modern, praktis, dan memiliki nilai jual,” ujarnya.

Selain memperkenalkan produk olahan, mahasiswa juga memberikan pendampingan dan demonstrasi kepada masyarakat mengenai proses pembuatan nugget jagung, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan hingga penyajian.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang lebih beragam dan bernilai ekonomi.

Baca Juga: Mahasiswa KKD UMGO Gelar Sosialisasi Bahaya Pergaulan Bebas di Desa Tirto Asri

Pengembangan olahan jagung juga dinilai memiliki peluang untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Produk yang dikemas secara menarik dapat dikembangkan menjadi salah satu usaha mikro berbasis potensi lokal Desa Panca Karsa II.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKD Tematik 30 berharap masyarakat dapat terus mengembangkan berbagai inovasi olahan berbahan dasar jagung sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian yang tersedia di desa.

Program KKD Tematik 30 merupakan bagian dari kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung pengembangan potensi desa, pengolahan pangan lokal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. (SN)