POHUWATO | Telitinews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Tematik 30 Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) di Desa Tirto Asri, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, menghadirkan inovasi pemanfaatan kulit kakao menjadi teh herbal.
Inovasi tersebut diberi nama “TIRTEA ASRI”, sebuah produk olahan yang memanfaatkan bagian kulit buah kakao yang selama ini cenderung belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Melalui inovasi ini, mahasiswa berupaya mendorong masyarakat untuk melihat potensi lain dari komoditas kakao. Tidak hanya bijinya yang dapat dimanfaatkan, tetapi kulit kakao juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah apabila melalui proses pengolahan yang tepat.
Baca Juga: Mahasiswa KKD UMGO Gelar Sosialisasi Bahaya Pergaulan Bebas di Desa Tirto Asri
Proses pembuatan TIRTEA ASRI diawali dengan pemilihan dan pembersihan kulit kakao. Kulit kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan dikeringkan hingga kadar airnya berkurang. Setelah melalui proses pengolahan, bahan tersebut dikemas menjadi produk teh herbal yang praktis untuk diseduh.
Tidak berhenti pada proses produksi, mahasiswa juga memberikan perhatian pada aspek pengemasan dan pemasaran. Kemasan dirancang agar lebih menarik dan informatif sehingga produk memiliki daya saing sekaligus lebih mudah diperkenalkan kepada masyarakat.
Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk edukasi bagi masyarakat Desa Tirto Asri mengenai pentingnya mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Baca Juga: Gotong Royong Mahasiswa KKD UMGO dan Warga Percantik Lingkungan RLH Baznas
Dengan adanya TIRTEA ASRI, mahasiswa KKD Tematik 30 UMGO berharap pemanfaatan kakao di Desa Tirto Asri dapat dikembangkan lebih luas. Kulit kakao yang sebelumnya kurang bernilai dapat diarahkan menjadi bahan baku produk olahan yang berpotensi mendukung pengembangan usaha masyarakat.
Ke depan, TIRTEA ASRI masih dapat dikembangkan melalui peningkatan kualitas produksi, penyempurnaan kemasan, pemenuhan aspek legalitas usaha, hingga penguatan strategi pemasaran.
Mahasiswa berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai bagian dari program KKD, tetapi dapat terus dikembangkan bersama masyarakat sehingga berpeluang menjadi salah satu produk unggulan berbasis potensi lokal Desa Tirto Asri.














