DPC HIPPI Gorontalo Utara Audiensi dengan Wabup, Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Daerah

Audiensi HIPPI Gorontalo Utara dengan Wakil Bupati bahas penguatan UMKM
Ketua DPC HIPPI Gorontalo Utara Febriyan Potale bersama jajaran melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Gorontalo Utara membahas penguatan UMKM dan pengembangan potensi ekonomi daerah.

GORUT, Telitinews.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Gorontalo Utara (Gorut) melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Gorut untuk menyampaikan sejumlah gagasan dan program dalam mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

Dalam audiensi tersebut, Ketua HIPPI Gorut, Febriyan Potale, S.H., memaparkan sejumlah program yang diarahkan untuk mendorong UMKM naik kelas, memperluas akses pasar, serta meningkatkan pendapatan pelaku usaha.

Salah satu program yang ditawarkan yakni pendampingan UMKM dari usaha mikro menjadi usaha yang lebih profesional.

Program tersebut mencakup pendataan dan pemetaan UMKM di tingkat kecamatan dan desa, pelatihan manajemen usaha, pendampingan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan legalitas, pembuatan merek dan kemasan, pencatatan keuangan, pendampingan pemasaran digital hingga monitoring perkembangan omzet.

Febriyan mengatakan, audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara HIPPI dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dalam memperkuat sektor UMKM.

“Kami datang bukan hanya membawa gagasan, tetapi juga menawarkan konsep pendampingan yang bisa dilakukan secara bersama-sama. Kami ingin UMKM di Gorontalo Utara tidak hanya bertahan, tetapi bisa naik kelas, memiliki legalitas, kemasan yang baik, mampu memasarkan produknya secara digital, dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” ujar Febriyan. Rabu (7/10/2026)

Target dari program ini adalah setiap desa memiliki sedikitnya satu produk unggulan yang dibina dan dikembangkan sehingga memiliki nilai ekonomi serta dapat dipasarkan lebih luas.

“Kami melihat setiap desa memiliki potensi yang berbeda. Karena itu, gagasan satu desa satu produk unggulan menjadi salah satu program yang kami dorong. Harapannya, potensi lokal tidak hanya menjadi produk konsumsi masyarakat, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu masuk ke pasar yang lebih luas,” jelas Febriyan.

HIPPI Gorontalo Utara juga mengusulkan pembentukan HIPPI UMKM Center Gorontalo Utara sebagai pusat layanan konsultasi dan pendampingan bagi pelaku usaha.

Pusat layanan tersebut dirancang untuk memberikan pendampingan terkait legalitas usaha, perizinan, kemasan, branding, digital marketing, pembiayaan, konsultasi bisnis hingga pemasaran produk.

Dalam konsep yang ditawarkan, HIPPI dapat berperan sebagai mitra pendamping, sementara Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara memberikan fasilitasi.

Menurut Febriyan, keberadaan pusat layanan tersebut diharapkan dapat memudahkan pelaku UMKM memperoleh akses pendampingan secara lebih terarah.

“Kami berharap ada ruang bersama yang bisa menjadi tempat pelaku UMKM berkonsultasi dan mendapatkan pendampingan. Mulai dari legalitas, kemasan, branding, pembiayaan sampai pemasaran. HIPPI siap mengambil peran sebagai mitra pendamping,” katanya.

Penguatan UMKM juga diarahkan melalui program UMKM Masuk Digital. Program tersebut mendorong pelaku usaha memanfaatkan teknologi melalui pembuatan akun bisnis dan media sosial, foto produk, konten promosi, marketplace, QRIS serta katalog digital UMKM Gorontalo Utara.

HIPPI menilai kemampuan digital menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan UMKM, terutama untuk memperluas jangkauan pemasaran.

“UMKM tidak cukup hanya mampu memproduksi. Pelaku usaha juga harus mampu menjual dan memperkenalkan produknya. Karena itu, digitalisasi menjadi bagian penting dalam program pendampingan yang kami tawarkan,” ujar Febriyan.

Febriyan menegaskan bahwa penguatan UMKM membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi pengusaha dan pelaku usaha itu sendiri.

“Kami berharap audiensi ini menjadi awal dari kolaborasi yang konkret. HIPPI siap mendampingi pelaku usaha, tetapi tentu membutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah. Kalau pendataan, pembinaan, legalitas, digitalisasi sampai pemasaran bisa berjalan bersama, kami optimistis UMKM Gorontalo Utara bisa berkembang lebih profesional dan memiliki daya saing,” pungkasnya. (SN)