Alumni PKN-X Ansor Gelar Pelatihan UMKM dan Sosialisasi Kampung Ekologi di Gorut

Pelatihan UMKM dan sosialisasi Kampung Ekologi di Universitas Ichsan Gorontalo Utara
Kegiatan pelatihan UMKM dan sosialisasi Gerakan Kampung Ekologi oleh Alumni PKN-X Makassar Gerakan Pemuda Ansor di classroom Universitas Ichsan Gorontalo Utara.

GORUT, Telitinews.com – Alumni Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) X Makassar Gerakan Pemuda Ansor menggelar pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sosialisasi Gerakan Kampung Ekologi di classroom Universitas Ichsan Gorontalo Utara (UIGU), Kabupaten Gorontalo Utara. Jumat, (23/10/2026)

Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek sosial alumni yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan daya saing pelaku usaha, serta penumbuhan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Pelatihan UMKM mengusung tema “Meningkatkan Daya Saing UMKM di Era Digital”, sementara sosialisasi Gerakan Kampung Ekologi diarahkan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gorontalo Utara, Tamrin Monoarfa, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan materi tentang Gerakan Kampung Ekologi.

Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Koperindag Kabupaten Gorontalo Utara, Abdul Wahid Baruadi, S.E., M.Si., membawakan materi mengenai penguatan usaha dan peningkatan daya saing UMKM di era digital.

Dalam sesi pelatihan UMKM, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya inovasi, pemanfaatan teknologi digital, pemasaran produk secara daring, serta penguatan kapasitas usaha untuk menghadapi perkembangan pasar.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha secara lebih kreatif, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan yang semakin dinamis.

Koordinator kegiatan pelatihan UMKM, Moh. Ramdhan Imran, S.H., M.H., mengatakan penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kami berharap pelatihan ini dapat mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi digital, dan memperluas pemasaran produk agar mampu bersaing di tengah perkembangan zaman. Bagi kami, kepemimpinan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi lokal,” ujarnya.

Selain penguatan ekonomi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui Gerakan Kampung Ekologi.

Gerakan tersebut mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, pembiasaan pola hidup bersih, pemanfaatan potensi lokal, serta pengembangan kawasan permukiman yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Koordinator sosialisasi Gerakan Kampung Ekologi, Titon Yasin, S.H., menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui keterlibatan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Gerakan Kampung Ekologi bukan sekadar sosialisasi, tetapi upaya membangun kesadaran dan keterlibatan masyarakat untuk menjaga lingkungan mulai dari tempat tinggal masing-masing. Kami berharap gerakan ini dapat menumbuhkan kebiasaan hidup bersih, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong terciptanya kawasan permukiman yang sehat dan berkelanjutan di Gorontalo Utara,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan pelaku UMKM dari kalangan masyarakat dan mahasiswa, serta Forum Pemberdayaan Masyarakat Gorontalo Utara. Turut hadir Kepala Desa Tihengo, Kecamatan Ponelo Kepulauan, dan dosen Universitas Ichsan Gorontalo Utara.

Pelaksanaan kedua agenda tersebut menjadi bentuk implementasi hasil pembelajaran kepemimpinan ke dalam kegiatan sosial yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Alumni PKN-X Makassar Gerakan Pemuda Ansor berharap kegiatan ini dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kalangan akademisi, pelaku UMKM, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus membangun kesadaran bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Melalui pelatihan UMKM dan sosialisasi Gerakan Kampung Ekologi, para alumni ingin mendorong tumbuhnya masyarakat yang mandiri secara ekonomi, adaptif terhadap perkembangan digital, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Semangat tersebut menjadi landasan proyek sosial Alumni PKN-X Makassar Gerakan Pemuda Ansor, bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari kemampuan merumuskan gagasan, tetapi juga dari kesanggupan menghadirkan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung masa depan Gorontalo Utara yang lebih maju serta berkelanjutan. (SN)