Banner Iklan

Ditinggal Ayah untuk Selamanya, Ramdan Imran Bangkit hingga Raih Gelar Magister Hukum Cumlaude

Ramdan Imran saat menerima gelar Magister Hukum Cumlaude pada wisuda Program Pascasarjana Universitas Ichsan Gorontalo.
Ramdan Imran, pemuda asal Gorontalo Utara, berpose usai diwisuda sebagai Magister Hukum dengan predikat Cumlaude dan IPK 3,82 di Program Pascasarjana Universitas Ichsan Gorontalo.

GORONTALO UTARA | Telitinews.com – Kehilangan orang tua sering kali menjadi titik terberat dalam kehidupan seseorang. Namun, bagi Ramdan Imran, duka itu justru menjadi titik balik untuk membuktikan bahwa mimpi tetap dapat diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan keyakinan.

Pemuda asal Gorontalo Utara ini berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Hukum (M.H.) dengan predikat Cumlaude dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82. Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan kisah perjuangan panjang yang penuh pengorbanan.

Perjalanan hidup Ramdan berubah ketika sang ayah meninggal dunia saat menunaikan ibadah di Tanah Suci. Kepergian sosok kepala keluarga menjadi pukulan berat bagi keluarganya. Meski demikian, Ramdan memilih bangkit. Ia menjadikan pesan, keteladanan, dan semangat yang diwariskan ayahnya sebagai sumber kekuatan untuk terus melangkah.

Demi membantu perekonomian keluarga sekaligus melanjutkan cita-citanya, Ramdan memutuskan merantau mencari pekerjaan. Kesempatan pertama membawanya bekerja di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Selama kurang lebih empat hingga lima bulan, ia bekerja dengan penuh semangat. Namun, kondisi kesehatan yang menurun membuatnya harus mengakhiri pekerjaan tersebut.

Tidak menyerah pada keadaan, Ramdan kemudian melanjutkan perjuangannya di Sulawesi Utara, tepatnya di Kota Bitung dan Kota Manado. Dari hasil kerja keras yang dikumpulkannya sedikit demi sedikit, ia mulai membangun modal untuk merintis usaha sendiri.

Dengan tekad yang kuat, lahirlah usaha SINAR MENTARI, yang bergerak di bidang penjualan rempah-rempah dan sayur-sayuran. Usaha tersebut dirintis dari nol, bahkan hanya dengan menjual satu jenis barang dagangan.

Kejujuran, ketekunan, dan komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan menjadi modal utama Ramdan. Seiring berjalannya waktu, usahanya berkembang. Jenis barang dagangan semakin beragam, pelanggan terus bertambah, dan usaha yang semula sederhana kini menjadi sumber penghidupan bagi dirinya.

Baca Juga: Dari Boalemo ke Hayat National Saudi Arabia: Jejak Inspiratif Djihan Ibura Mengukir Prestasi

Di tengah kesibukan mengelola usaha, Ramdan tidak pernah mengubur impiannya untuk menempuh pendidikan tinggi. Ia membagi waktu antara berdagang dan mengikuti perkuliahan. Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil ketika ia dinyatakan lulus dan berhasil meraih gelar Magister Hukum (M.H.) dengan predikat Cumlaude serta IPK 3,82.

Bagi Ramdan, gelar tersebut bukan sekadar pencapaian akademik. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut merupakan persembahan untuk almarhum ayah yang semasa hidup selalu mengajarkan arti kejujuran, kerja keras, dan pentingnya pendidikan. Gelar itu juga dipersembahkan kepada keluarga yang tak pernah berhenti memberikan doa, dukungan, dan semangat.

Kisah perjuangan Ramdan menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi, kehilangan orang tercinta, maupun berbagai tantangan hidup tidak harus menjadi alasan untuk menyerah. Sebaliknya, setiap ujian dapat menjadi jalan untuk menempa diri menjadi pribadi yang lebih tangguh.

Ramdan berharap kisah hidupnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi keadaan. Menurutnya, tidak ada pekerjaan yang rendah selama dilakukan dengan jujur, dan pendidikan harus terus diperjuangkan meski di tengah berbagai keterbatasan.

“Saya percaya bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia. Kehilangan ayah menjadi ujian terbesar dalam hidup saya, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus berjuang demi keluarga dan masa depan. Saya memulai usaha dari satu jenis barang sambil tetap kuliah hingga akhirnya berhasil meraih gelar Magister Hukum dengan predikat Cumlaude. Saya berharap kisah ini dapat menginspirasi anak-anak muda agar tidak malu memulai dari bawah, tidak takut bekerja keras, dan tidak pernah berhenti mengejar pendidikan,” ujar Ramdan Imran.

Perjalanan Ramdan Imran menunjukkan bahwa kesuksesan bukan hanya milik mereka yang memiliki kemudahan, tetapi juga milik mereka yang berani bangkit setelah terjatuh. Dari kehilangan seorang ayah, merantau demi keluarga, membangun usaha dari nol, hingga akhirnya menyandang gelar Magister Hukum dengan predikat Cumlaude, Ramdan membuktikan bahwa mimpi dapat menjadi kenyataan bagi siapa pun yang tidak pernah berhenti berjuang. (SN)