POHUWATO | Telitinews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menggelar sosialisasi bahaya pergaulan bebas di Desa Tirto Asri, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, Selasa (4/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan remaja, mengenai pentingnya membangun pergaulan yang sehat serta menghindari berbagai perilaku yang berpotensi merusak masa depan generasi muda.
Sosialisasi yang berlangsung secara terbuka itu dihadiri masyarakat, tokoh masyarakat, orang tua, pemuda, dan mahasiswa KKD UMGO. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui diskusi interaktif dan sesi tanya jawab mengenai tantangan pergaulan remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.
Koordinator Mahasiswa KKD UMGO, Risky Lumani, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa pergaulan bebas merupakan persoalan sosial yang harus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga: Gotong Royong Mahasiswa KKD UMGO dan Warga Percantik Lingkungan RLH Baznas
Menurutnya, remaja merupakan kelompok yang paling rentan terpengaruh oleh lingkungan sekitar apabila tidak dibekali pendidikan karakter, nilai-nilai agama, serta pengawasan yang memadai dari keluarga.
“Pergaulan yang sehat harus dibangun melalui penguatan nilai agama, moral, serta komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang positif bagi perkembangan generasi muda,” ujar Risky.
Dalam pemaparannya, Risky menjelaskan berbagai bentuk perilaku yang tergolong pergaulan bebas beserta faktor penyebab dan dampaknya. Materi yang disampaikan juga mencakup risiko penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, tindak kekerasan, menurunnya prestasi belajar, hingga ancaman terhadap kesehatan reproduksi.
Ia juga mengajak peserta untuk membangun lingkungan pergaulan yang positif dengan memilih teman yang baik, aktif mengikuti kegiatan sosial maupun keagamaan, serta memperkuat komunikasi dalam keluarga sebagai benteng utama pembentukan karakter remaja.
Diskusi berlangsung dinamis. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan terkait pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja, tantangan orang tua dalam mengawasi anak, hingga upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah munculnya perilaku menyimpang.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen seluruh peserta untuk bersama-sama menciptakan lingkungan Desa Tirto Asri yang aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKD UMGO berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan karakter dan pengawasan terhadap remaja semakin meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang berakhlak, bertanggung jawab, serta berkontribusi positif bagi pembangunan Desa Tirto Asri.














