Imbas Antrean SPBU di Bulukumba, BBM Eceran Diburu, Harga Capai Rp30 Ribu per Botol

Antrean SPBU dan BBM eceran di Bulukumba
Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Bulukumba berdampak pada meningkatnya permintaan BBM eceran. Harga Pertalite eceran ditemukan mencapai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per botol berukuran sekitar 1,5 liter.

BULUKUMBA, Telitinews.com – Antrean panjang yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mendorong sebagian warga beralih mencari bahan bakar minyak (BBM) eceran sebagai alternatif.

Kondisi tersebut turut membuat permintaan terhadap BBM eceran meningkat. Warga yang ingin menghemat waktu dan menghindari antrean panjang di SPBU memilih membeli BBM dari kios pengecer maupun warung Pertamini, meski harus membayar dengan harga lebih tinggi.

Di sejumlah wilayah Bulukumba, harga Pertalite eceran bahkan ditemukan mencapai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per botol berukuran sekitar 1,5 liter. Harga tersebut meningkat dibandingkan harga eceran sebelumnya yang berada di kisaran Rp12 ribu per botol.

Fenomena itu juga terlihat di media sosial. Sejumlah pengecer menawarkan BBM melalui grup maupun akun Facebook untuk menjangkau warga yang membutuhkan.

Salah satunya akun Facebook @Nuraeni Gassing yang pada Selasa (15/9/2026) menawarkan BBM eceran melalui unggahannya.

“Siapa tau ada minat bensin harga 30 rb 20rb, sinimaki depan konter,” tulis akun tersebut.

Di Kelurahan Borong Rappoa, seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan mengaku rela datang sejak subuh ke salah satu warung Pertamini untuk mendapatkan BBM.

Menurutnya, harga Pertalite yang dijual di warung tersebut mencapai Rp20 ribu per liter, sedangkan Pertamax dijual Rp22 ribu per liter.

Meski harga yang dibayarkan lebih mahal dibandingkan harga resmi di SPBU, warga tersebut mengaku tetap memilih membeli karena lokasi warung lebih dekat dari tempat tinggalnya.

“Mahal, tapi mau diapa. Syukur-syukur karena adaji. Nda perlu jauh-jauh datang di SPBU antre,” ujarnya.

Bagi warga, keberadaan pengecer BBM menjadi alternatif di tengah kondisi antrean SPBU yang dinilai menyulitkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal cukup jauh dari lokasi SPBU.

Di tengah keluhan warga mengenai antrean, Wakil Bupati Bulukumba, H. Andi Edy Manaf, turun langsung mengecek kondisi sejumlah SPBU untuk memastikan ketersediaan BBM, khususnya Pertalite.

Kunjungan tersebut diketahui melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Selasa (15/9/2026).

Dalam unggahannya, Andi Edy Manaf menyampaikan bahwa ketersediaan BBM, khususnya Pertalite, di Bulukumba masih mencukupi. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan maupun melakukan penimbunan BBM.

“Jadi, jangan ki panik. InsyaAllah, kuota BBM masih terpenuhi dan masyarakat tetap bisa mendapatkan Pertalite sesuai kebutuhan,” tulisnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan BBM yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.

“Mari sama-sama tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Jangan ada yang melakukan penimbunan BBM, karena BBM yang tersedia harus bisa dinikmati dan memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat,” lanjutnya.

Meski pemerintah daerah menyampaikan bahwa ketersediaan BBM masih mencukupi, antrean di sejumlah SPBU dan meningkatnya permintaan terhadap BBM eceran menunjukkan bahwa masyarakat masih menghadapi kendala dalam memperoleh BBM secara cepat. (Wahyudi)