Banner Iklan

BPBD Gorontalo Utara Salurkan Air Bersih untuk 369 KK Terdampak Kekeringan di Tomilito

Petugas BPBD Gorontalo Utara menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Molantadu, Kecamatan Tomilito, Rabu (29/7/2026).
Petugas BPBD Kabupaten Gorontalo Utara mendistribusikan air bersih kepada warga di empat dusun Desa Molantadu, Kecamatan Tomilito, yang terdampak kekeringan. (Foto: BPBD Gorontalo Utara)

GORONTALO UTARA | Telitinews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak bencana kekeringan di Desa Molantadu, Kecamatan Tomilito, Rabu (29/7/2026).

Berdasarkan laporan sementara BPBD, terdapat empat dusun di Desa Molantadu yang mengalami krisis air bersih, yakni Dusun Sangolonu, Dusun Biluanga, Dusun Mekar Jaya, dan Dusun Polato.

Distribusi air bersih sementara telah menjangkau 369 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat dusun tersebut, dengan rincian Dusun Sangolonu sebanyak 84 KK atau 293 jiwa, Dusun Biluanga 91 KK atau 297 jiwa, Dusun Mekar Jaya 90 KK atau 249 jiwa, serta Dusun Polato 104 KK atau 335 jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Kabupaten Gorontalo Utara menyalurkan 4.400 liter air bersih yang dipasok dari PDAM Desa Poso, Kecamatan Kwandang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Usman Lagarusu, S.Pd., mengatakan pendistribusian air bersih merupakan langkah cepat pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau.

“Kami terus berupaya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan dapat terpenuhi. Meski saat ini masih terkendala keterbatasan armada pengangkut, distribusi tetap kami lakukan secara bertahap dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia,” ujar Usman.

Menurutnya, hingga saat ini BPBD masih menghadapi kendala berupa keterbatasan armada pengangkut sehingga pelayanan distribusi air bersih belum dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak secara maksimal.

“Saat ini kami masih memanfaatkan kendaraan operasional yang tersedia, yakni satu unit mobil pick up yang membawa dua profil tank berkapasitas masing-masing 1.100 liter. Karena itu, distribusi dilakukan secara bergilir agar seluruh warga terdampak tetap dapat terlayani,” jelasnya.

Usman menambahkan, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, PDAM, serta pihak-pihak terkait guna mengoptimalkan penanganan dampak kekeringan di wilayah tersebut.

“Kami berharap adanya dukungan dari berbagai pihak agar pelayanan distribusi air bersih dapat lebih optimal. BPBD akan terus memantau perkembangan di lapangan dan siap menambah frekuensi pendistribusian apabila kondisi kekeringan masih berlanjut,” tambahnya.

Selain melakukan pendistribusian air bersih, BPBD juga terus melakukan asesmen di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi kekeringan serta mengidentifikasi wilayah lain yang berpotensi mengalami krisis air bersih.

Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan hemat, serta segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila terdapat wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar dapat segera ditindaklanjuti.

BPBD Kabupaten Gorontalo Utara memastikan akan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak hingga kondisi pasokan air bersih kembali normal. (SN)