GORUT, Telitinews.com – Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka Mayor Jenderal TNI Mirza Agus mengecek kesiapan 460 prajurit TNI AD dari Yonif 715/Motuliato yang akan melaksanakan tugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI Mobile di Papua, Rabu (26/8/2026).
Pengecekan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan personel sebelum melaksanakan tugas negara di wilayah penugasan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Toga Parlindungan Sihotang, Asops Kasdam Kolonel Inf Endrik Hendra Sandi, Aslog Kasdam Kolonel Kav Yudha Setiawan, Kabekangdam Letkol Cba Dani Kriwanto, Kakomlekdam Kolonel CKE Agung Budi Purnomo, Kapaldam Kolonel Cpl Andi Edwin, Kasbrig Infanteri 22/Ota Manasa Letkol Inf Rayner Denny Rudolf Wajong, serta Danyonif 715/Motuliato Letkol Inf Kaisar Bagus.
Dalam arahannya, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus mengatakan, penugasan sebagai Satgas Pamtas RI Mobile merupakan kehormatan sekaligus bentuk kepercayaan negara kepada para prajurit.
Karena itu, ia meminta seluruh prajurit menjaga kekompakan, kebersamaan, disiplin, serta menghindari berbagai bentuk pelanggaran selama menjalankan tugas.
“Untuk itu, jagalah kekompakan dan kebersamaan kita. Jangan sampai ternodai oleh pelanggaran-pelanggaran yang seharusnya tidak dilakukan,” ujar Mirza Agus.
Ia juga menekankan pentingnya aspek pengamanan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan selama berada di daerah penugasan, baik kegiatan yang telah diprogramkan maupun kegiatan di luar program.
“Dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan harus selalu ada unsur pengamanan, baik itu yang sifatnya program ataupun nonprogram,” tegasnya.
Selain itu, Pangdam mengingatkan para prajurit untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengan aparat setempat. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan tugas.
“Wajib menjalin komunikasi dengan aparat yang ada di daerah penugasan dan beradaptasi untuk mengetahui adat istiadat, kebiasaan warga ataupun lingkungan yang ada di daerah penugasan masing-masing pos,” katanya.
Mirza Agus juga berpesan agar seluruh personel menjunjung tinggi moral serta menghormati budaya masyarakat Papua.
“Karena budaya mereka tidak sama dengan budaya kita. Jangan arogan terhadap warga di Papua. Dekati dengan persuasif sehingga hati mereka dapat direbut,” pesannya.
Sementara itu, Komandan Yonif 715/Motuliato Letkol Inf Kaisar Bagus menjelaskan, dari total 460 prajurit yang disiapkan, sebanyak 230 personel berasal dari sejumlah satuan, yakni YonTP 824/Mo’e’a, YonTP 868/Bantong Sakti, YonTP 915/Bitu’o, YonTP 916/Barasakti, dan Yonif 712/Wiratama. Sementara 230 personel lainnya berasal dari Yonif 715/Motuliato.
Kaisar Bagus mengatakan, seluruh personel masih akan menjalani latihan sebagai bagian dari persiapan sebelum diberangkatkan ke daerah penugasan.
“Jadi, dari 460 prajurit masih melakukan latihan di Batujajar, Bandung, selama dua bulan, mulai tanggal 7 September hingga 5 November 2026,” jelasnya.
Menurutnya, menjadi seorang prajurit merupakan bentuk pengabdian kepada negara, khususnya dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Jadi, selain menjaga keamanan perbatasan, kami juga membantu masyarakat lewat pelayanan kesehatan gratis, pembangunan fasilitas air bersih, serta dukungan pendidikan,” tandasnya. (SN)














