GORONTALO UTARA | Telitinews.com – Di tengah sorotan publik terhadap pelayanan RSUD Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara dalam beberapa waktu terakhir, aktivis kesehatan Indra Rohandi Parinding, S.Farm, turut melontarkan kritik terhadap pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di rumah sakit tersebut.
Sorotan tersebut muncul setelah sejumlah persoalan pelayanan kesehatan menjadi perhatian masyarakat, mulai dari keluhan pelayanan terhadap pasien hingga berbagai isu yang berkembang terkait tata kelola dan fasilitas penunjang pelayanan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara itu.
Menurut Indra, perhatian terhadap pelayanan kesehatan tidak boleh hanya berfokus pada penanganan pasien semata, tetapi juga harus mencakup pengelolaan anggaran, kesejahteraan pegawai, ketersediaan obat-obatan, hingga kondisi sarana dan prasarana rumah sakit.
Ia menyoroti keterlambatan pembayaran gaji Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang dibiayai melalui BLUD serta keterlambatan pembayaran jasa tenaga keamanan (security) yang menurutnya perlu segera mendapat perhatian manajemen rumah sakit.
Selain itu, Indra juga mempertanyakan sejumlah aspek fasilitas penunjang pelayanan kesehatan. Salah satunya terkait fungsi ruang gas medis, penempatan tabung oksigen di area depan Instalasi Gawat Darurat (IGD), hingga kondisi plafon IGD yang menurutnya memerlukan perbaikan.
“Perlu dipertanyakan apakah ruang gas medis berfungsi dengan baik atau tidak. Selain itu, penunjang obat-obatan masih disinyalir mengalami copy resep. Hal ini perlu menjadi perhatian karena fasilitas kesehatan seharusnya mampu mewadahi kebutuhan pelayanan kesehatan secara menyeluruh,” ujar Indra.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas harus ditopang oleh sarana yang memadai, ketersediaan obat-obatan yang cukup, serta kesejahteraan tenaga kesehatan dan pegawai penunjang yang terjamin.
Ia berharap persoalan keterlambatan pembayaran gaji PTT maupun tenaga security dapat segera diselesaikan. Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan obat-obatan juga dinilai penting untuk menghindari praktik copy resep yang berpotensi memengaruhi optimalisasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk peserta BPJS.
Indra juga mendorong adanya pembenahan sarana dan prasarana rumah sakit agar kenyamanan pasien dan kualitas pelayanan dapat terus ditingkatkan.
“Kami mendukung upaya peningkatan kinerja di RSUD ZUS. Namun pembenahan harus dilakukan secara tepat sasaran, baik dalam aspek pelayanan kesehatan, kesejahteraan pegawai, maupun perawatan sarana dan prasarana rumah sakit,” tandasnya.
Pernyataan tersebut menambah daftar masukan dan kritik yang belakangan mengemuka terhadap pelayanan RSUD Zainal Umar Sidiki. Sejumlah pihak berharap berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik dapat ditindaklanjuti melalui evaluasi dan perbaikan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Gorontalo Utara.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak RSUD Zainal Umar Sidiki terkait berbagai hal yang disampaikan narasumber melalui sambungan telepon belum berhasil terhubung. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi guna menghadirkan informasi yang utuh, akurat, dan berimbang kepada publik. (Red)








