GORONTALO UTARA | telitinews.com – Langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi berbasis desa mulai digulirkan. Sebanyak 1.061 Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi diluncurkan (launching) secara serentak di seluruh Indonesia melalui sambungan daring. Sabtu, 16/05/2026.
Peluncuran 1.061 gerai ini merupakan tahap awal (fase pertama) dari target besar pembangunan lebih dari 80.000 Gerai KDMP yang direncanakan di seluruh penjuru tanah air.
Untuk wilayah Kabupaten Gorontalo Utara, pelaksanaan peluncuran akbar ini dipusatkan secara hibrida di Gerai KDMP Titidu, Kecamatan Kwandang. Agenda ini menjadi tonggak penting dalam memperluas akses pasar sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Saking strategisnya agenda ini, peluncuran di Gerai KDMP Titidu dihadiri langsung oleh jajaran pejabat penting daerah dan unsur Forkopimda Gorontalo Utara. Hadir di lokasi acara:
Wakil Bupati Gorontalo Utara, Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Dandim 1314/Gorontalo Utara, Kapolres Gorontalo Utara, Komandan Satuan Radar (Dansatradar) 207 Kwandang, Perwakilan Kejaksaan Negeri Gorontalo Utara, Kepala Dinas Perindagkop & UKM Gorontalo Utara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gorontalo Utara, Kepala Desa Titidu, dan Seluruh Jajaran Business Assistant (BA) Kabupaten Gorontalo Utara.
Kehadiran lintas sektor ini menegaskan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga lembaga hukum dalam mengawal kesuksesan program KDMP di bumi Gerbang Emas.

Pemilihan Gerai KDMP Titidu sebagai pusat peluncuran di Gorontalo Utara disambut baik oleh pengelola lokal. Ketua KDMP Titidu Rano Ismail, menyatakan kesiapannya untuk menjadikan gerai ini sebagai motor penggerak ekonomi warga sekitar.
”Kami sangat bersyukur Gerai KDMP Titidu menjadi pusat peluncuran untuk wilayah Gorontalo Utara. Ini adalah tanggung jawab besar. Dukungan masyarakat hari ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk mengelola gerai ini secara produktif agar benar-benar menjadi wadah pemasaran produk lokal desa,” ujar Rano Ismail Ketua KDMP Titidu di sela-sela acara.
Mengingat jumlah yang diluncurkan saat ini baru mencakup 1.061 gerai dari total potensi 80.000 sekian target nasional, tantangan besar justru baru dimulai. Peran pendampingan dari seluruh Business Assistant (BA) yang hadir menjadi sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan program.
Salah satu perwakilan Business Assistant (BA) KDKMP Rismanto Mustafa, menegaskan bahwa angka 1.061 ini adalah langkah awal yang harus dikawal ketat dengan tata kelola yang profesional.
”Ini baru langkah awal dari target besar 80.000 sekian gerai secara nasional. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana memastikan 1.061 gerai yang sudah launching ini, termasuk di Titidu Gorontalo Utara, dapat berjalan konsisten, produktif, dan mandiri. Fokus kami sebagai pendamping adalah memperkuat kelembagaan koperasi desa (Kopdes) dan memastikan manajemen ritelnya berjalan sehat agar bisa menjadi percontohan yang solid,” tegas Rismanto Mustafa.
Program KDMP ini dirancang bukan sekadar sebagai unit dagang konvensional, melainkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dikelola secara modern berbasis kelembagaan desa. Kehadiran jaringan gerai ini diharapkan mampu memutus rantai distribusi yang panjang, sehingga produk-produk lokal desa dapat diserap pasar dengan harga yang lebih kompetitif.
Dengan dimulainya fase pertama yang disaksikan langsung oleh seluruh pemangku kepentingan di Gorontalo Utara ini, tantangan logistik dan distribusi komoditas desa diharapkan dapat teratasi secara bertahap, sekaligus menjadi motor penggerak koperasi unit desa agar lebih adaptif dan berdaya saing tinggi di era digital.
Hingga berita ini diterbitkan, prosesi peluncuran 1.061 secara daring tersebut masi berlangsung. (Red)







