GORONTALO | Telitinews.com – Kemandirian pangan menjadi pesan utama yang disampaikan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, saat membuka Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan ribuan petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti kegiatan nasional tersebut. Gibran menegaskan bahwa Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan tidak boleh terlalu bergantung pada negara lain, terutama di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.
Menurutnya, kemandirian pangan merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang harus terus diperkuat untuk menjaga ketahanan nasional.
“Kemandirian pangan adalah program prioritas Bapak Presiden, terlebih dalam kondisi dunia yang tidak menentu saat ini. Negara tidak boleh terlalu bergantung pada negara lain,” ujar Gibran dalam sambutannya.
Wapres menjelaskan, situasi global saat ini menghadirkan berbagai tantangan yang dapat memengaruhi stabilitas pangan dunia. Konflik geopolitik, perang dagang, hingga perang tarif antarnegara menjadi faktor yang membuat setiap negara perlu memperkuat kemampuan produksi pangannya sendiri.
Meski demikian, Gibran mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menyoroti pentingnya pengendalian alih fungsi lahan pertanian, kemudahan akses petani terhadap bibit unggul, dukungan permodalan, hingga kepastian pasar atau offtaker bagi hasil produksi petani dan nelayan.
Selain itu, stabilitas harga komoditas, penguatan sistem pergudangan, serta distribusi pupuk subsidi yang tepat sasaran dan tepat waktu juga menjadi perhatian pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perikanan.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran turut mengapresiasi langkah Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang telah memangkas 145 regulasi terkait distribusi pupuk. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperlancar akses petani terhadap sarana produksi yang dibutuhkan untuk meningkatkan hasil pertanian.
Pemerintah, lanjutnya, juga terus melakukan revitalisasi dan pembangunan pabrik pupuk serta penyediaan bahan baku di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian pangan nasional.
PENAS XVII Tahun 2026 yang dipusatkan di Provinsi Gorontalo menjadi ajang temu akbar petani dan nelayan dari seluruh Indonesia. Belasan ribu peserta tercatat mengikuti kegiatan tersebut, dengan peserta dari luar Gorontalo terbanyak berasal dari Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Hanif Faisol Nurofiq, Didit Herdiawan Ashaf, Suntana, serta Abdul Kadir Karding.
Melalui PENAS XVII, pemerintah berharap sinergi antara petani, nelayan, dan pemangku kepentingan dapat semakin kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan serta mempercepat tercapainya kemandirian pangan Indonesia.














