Banner Iklan

ALISHTER Gelar Pelatihan Herbisida Terbatas di Desa Posso, Dorong Pertanian Aman dan Berkelanjutan

Pelatihan herbisida terbatas ALISHTER bagi petani di Desa Posso, Kecamatan Kwandang.
Peserta mengikuti Pelatihan Herbisida Terbatas yang diselenggarakan ALISHTER bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Utara di Desa Posso, Kecamatan Kwandang, Rabu (17/6/2026).

GORONTALO UTARA | Telitinews.com – Dalam upaya meningkatkan standar keselamatan dan efektivitas pengelolaan pertanian, Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER) bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Gorontalo Utara menggelar Pelatihan Herbisida Terbatas di Desa Posso, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan yang diikuti para pelaku pertanian tersebut bertujuan membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai penggunaan herbisida secara bertanggung jawab, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Pelatihan ini direncanakan berlangsung selama satu hari penuh dengan kombinasi materi teori dan praktik lapangan.

Ketua ALISHTER, Muliyadi Benteng, menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada penggunaan herbisida jenis paraquat dengan penekanan pada efisiensi penggunaan produk serta upaya meminimalisir dampak terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, program serupa merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan yang telah dilaksanakan di 417 kabupaten/kota pada 29 provinsi di seluruh Indonesia.

“Tujuan utama kami adalah memastikan setiap pengguna herbisida memahami cara aplikasi yang benar. Penggunaan yang tepat bukan hanya meningkatkan efisiensi kerja di lapangan, tetapi juga merupakan langkah krusial dalam meminimalisir risiko yang tidak diinginkan,” ujar Muliyadi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi komprehensif yang mencakup regulasi penggunaan herbisida, pemahaman label produk, prosedur keselamatan, penanganan darurat apabila terjadi keracunan, hingga teknik aplikasi yang aman dan efisien sesuai standar teknis.

Tak hanya itu, peserta juga dijadwalkan mengikuti sesi praktik kalibrasi di lapangan guna memastikan volume semprot yang digunakan akurat dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Seluruh biaya pelaksanaan pelatihan, mulai dari penyediaan fasilitas hingga tenaga pengajar, ditanggung sepenuhnya oleh ALISHTER sebagai bentuk kontribusi perusahaan terhadap kemajuan sektor pertanian di daerah.

Sebagai bentuk apresiasi dan bukti kompetensi, peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai akan menerima surat keterangan resmi yang ditandatangani dan dicap oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan setempat.

Melalui pelatihan ini, ALISHTER berharap tercipta lingkungan pertanian yang lebih aman, profesional, dan produktif, sekaligus meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya penggunaan herbisida secara bertanggung jawab demi mendukung pertanian berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas petani serta mendukung ketahanan pangan di Gorontalo Utara dan sekitarnya. (Red/SN)