Daerah  

Perindagkop Gorut Buka Sumbatan Komunikasi: Sinergi KDMP dan UMKM Lahir dari Diskusi Hangat di Pesisir Desa Ponelo

Diskusi Untuk Solusi
Kepala Dinas Perindagkop saat berdiskusi dengan tokoh masyarakat Ponelo Kepulauan, Foto: Telitinews

GORONTALO UTARA | Telitinews.com – Deru ombak yang memecah pelan di pesisir Desa Ponelo, Kecamatan Ponelo Kepulauan, Senin, 25/5/2026, menjadi saksi lahirnya sebuah ruang dialog yang tidak biasa. Di bawah keteduhan saung bambu terbuka, beralaskan pasir pantai dan dinaungi rimbunnya pepohonan kelapa, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindagkop dan UKM) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) menggelar agenda bertajuk “Diskusi Untuk Solusi: KOPDES x UMKM Maju Bersama”.

​Pilihan lokasi outdoor di tepi pantai ini rupanya bukan tanpa alasan. Atmosfer pesisir yang lepas dan sejuk berhasil mencairkan kekakuan yang biasanya melekat pada ruang-ruang rapat formal birokrasi. Angin laut yang berembus konstan justru membawa kesegaran baru, membuat jalannya diskusi mengalir lebih luwes, hangat, dan jauh dari kesan menegangkan.

​Mengusung jargon “Ayo Bertanya, Mari Menjawab”, suasana informal ini terbukti ampuh meruntuhkan sekat pembatas. Komunikasi berjalan dua arah secara transparan dan penuh keterbukaan antara pihak pemerintah, pendamping, serta para penggerak ekonomi di akar rumput.

​Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran Dinas Perindagkop dan UKM Gorontalo Utara, tokoh masyarakat, serta Business Assistant (BA) selaku pendamping koperasi. Tak ketinggalan, seluruh Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) se-Kecamatan Ponelo Kepulauan bersama para pelaku UMKM lokal turut melingkar bersama.

Suasana Diskusi bersama tokoh Masyarakat, Pengurus KDMP, Pelaku UMKM

​Di balik kehangatan suasana diskusi, forum ini juga menjadi panggung untuk membedah persoalan mendasar yang selama ini menyumbat perkembangan koperasi di tingkat desa. Salah satu isu krusial yang mencuat dan menyita perhatian adalah persoalan kondisi lahan KDMP yang dinilai tidak memenuhi standar ukuran untuk pengembangan infrastruktur atau unit usaha koperasi yang representatif.

​Persoalan ruang fisik ini menjadi catatan penting bagi pihak Dinas dan Business Assistant (BA) untuk merumuskan solusi alternatif, agar standarisasi fasilitas koperasi tetap dapat terpenuhi tanpa membentur kendala geografis kepulauan.

​Selain persoalan lahan, dari diskusi yang berjalan interaktif di tengah panorama alam tersebut, mencuat tiga poin utama yang dibedah secara mendalam:

1. ​Sinergi Modal dan Pasar: Mengoptimalkan peran KDMP sebagai jangkar permodalan sekaligus wadah ekosistem yang siap menyerap produk-produk kreatif hasil olahan UMKM lokal.

2. ​Mengurai Sumbatan Usaha Kepulauan: Mengidentifikasi secara langsung tantangan spesifik yang dihadapi pelaku usaha di wilayah kepulauan, mulai dari kendala logistik transportasi laut, akses bahan baku, legalitas, hingga strategi menembus pasar digital.

3. ​Peningkatan Nilai Tambah Produk Pesisir: Merancang strategi agar potensi sumber daya pesisir tidak sekadar dijual mentah, melainkan diolah menjadi produk turunan yang memiliki daya saing dan nilai jual tinggi di luar daerah.

​Berbekal sebuah laptop di atas meja sederhana, Dinas Perindagkop bersama Business Assistant (BA) memaparkan arah kebijakan pembinaan secara taktis. Kepala Bidang Koperasi, Abd.Wahid Baruadi, menegaskan bahwa wilayah kepulauan dengan segala tantangan geografisnya justru menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar jika dikelola lewat ekosistem yang sehat.

​”Kolaborasi antara pengurus KDMP, Kopdes, dan pelaku UMKM adalah kunci utama. Kita ingin memastikan roda ekonomi di Desa Ponelo dan seluruh wilayah kecamatan ini tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak beriringan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan, selain itu terkait persoalan lahan ini menjadi catatan penting dan akan kita diskusikan di tingkat atas,” ungkap Wahid Baruadi.

​Ketenangan alam Ponelo Kepulauan siang itu nyatanya berbanding lurus dengan produktivitas forum. Para peserta begitu antusias melayangkan pertanyaan, melempar ide, dan memberikan masukan konkret. Pertemuan di tepi pantai ini tidak sekadar menjadi tempat berkeluh kesah, melainkan berhasil menelurkan kesepahaman dan langkah taktis yang siap diimplementasikan demi kemandirian ekonomi masyarakat pesisir yang berkelanjutan. (Red)

SN | Teliti_01

Exit mobile version